EVALUASI KESESUAIAN POLA PERESEPAN OBAT PADA PENYAKIT KRONIS DENGAN INDIKATOR WHO DI INSTALASI RAWAT INAP RSU SEMBIRING

Informasi ringkas dokumen repository.

Advisor(s) apt. Drs. Palas Tarigan, M.M., M.Kes.
Author(s) IFNI, AFIFAH NUR
Issued Date 2026
Abstract Penyakit kronis seperti Diabetes Melitus (DM) Tipe 2, Hipertensi, Gangguan Ginjal Kronik (CKD), dan Gangguan Saraf memerlukan terapi obat dalam jangka panjang sehingga rentan terhadap ketidaksesuaian pola peresepan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian pola peresepan obat pada pasien rawat inap penyakit kronis berdasarkan Indikator Peresepan World Health Organization (WHO) di Instalasi Rawat Inap RSU Sembiring Deli Tua. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain deskriptif analitik yang dilakukan secara retrospektif terhadap 110 lembar resep pasien DM Tipe 2, Hipertensi, CKD, dan Gangguan Saraf periode Juli–Desember 2025, yang dipilih menggunakan teknik Disproportional Stratified Random Sampling. Analisis data meliputi analisis univariat serta analisis bivariat menggunakan uji Kruskal-Wallis sebagai uji komparatif utama dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah item obat per lembar resep sebesar 8,93±3,21, jauh di atas standar WHO. Persentase penggunaan obat generik sebesar 89,12%, penggunaan antibiotik 57,27%, dan penggunaan sediaan injeksi 89,09%. Tingkat kesesuaian peresepan terhadap Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) sebesar 69,32% dan terhadap Formularium Nasional (FORNAS) sebesar 92,61%. Uji Kruskal-Wallis tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik pada seluruh indikator peresepan berskala numerik antar kelompok diagnosis (p>0,05), sehingga uji lanjut Post Hoc Mann-Whitney U tidak dilakukan. Uji Chi-Square pada indikator penggunaan antibiotik juga tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok diagnosis (p=0,053). Dapat disimpulkan bahwa pola peresepan obat pada pasien penyakit kronis di RSU Sembiring belum sepenuhnya sesuai dengan standar WHO, terutama pada indikator rata-rata jumlah item obat, penggunaan antibiotik, penggunaan sediaan injeksi, dan kepatuhan terhadap DOEN, namun pola peresepan tersebut relatif konsisten antar kelompok diagnosis penyakit kronis, sehingga diperlukan upaya perbaikan menyeluruh melalui audit peresepan berkala dan penguatan kepatuhan formularium 1
Item Type Skripsi
Keywords Indikator Peresepan WHO (WHO Prescribing Indicators), Penyakit Kronis(Chronic Disease), Pola Peresepan Obat(Drug Prescribing Pattern), Rawat Inap (Inpatient Care), Daftar Obat Esensial NAsional (DOEN) , Formularium Nasional (FORNAS) 1
Collection Fakultas Farmasi, S1-Farmasi
Publisher INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA
Submitted Date 02-09-2026
Updated Date 02-09-2026
URI https://repo.delihusada.mediantarakreasindo.com/handle/123456789/11001
File
2218006_AFIFAHNURIFNI_SKRIPSI_S1.pdf Login untuk Preview